Pengukuran Antropometri

Silvia
By Silvia April 19, 2015 10:33

Pengukuran Antropometri

ANTROPOMETRI.

 

  1. Pengertian :

Antropometri adalah pengukuran pada diri pasien/klien tentang dimensi, komposisi dan/atau pembangkakan tubuh, termasuk : berat badan, tinggi badan, lingkar tubuh, panjang anggota, tebal lemak, indeks masa tubuh, oedem.

 

  1. Data diperoleh :
    • Dimensi tubuh : berat, tinggi, panjang, lingkar tubuh.
    • Komposisi : tebal lemak, indeks masa tubuh.
    • Pembengkakan : lingkar, volume, palpasi.

 

  1. Peralatan yang digunakan :
    • Bed pemeriksaaan/tindakan.
    • Timbangan badan.
    • Meteran gulung.
    • Penggaris dengan skala milimeter, sentimeter dan inchi.
    • Skin fold.
    • Alat tulis

 

  1. Prosedur/Rincian aktifitas :
  • Jenis alat ukur :
  • Berat badan : timbangan injak, dacin.
  • Tinggi badan : mikrotoise.
  • Lingkar tubuh : pita lila, meteran gulung.
  • Panjang anggota : meteran gulung.
  • Tebal lemak : skin folder.
  • Indeks masa tubuh : tabel.

Cara mengukur :

  • Berat badan dengan : Timbangan injak:
  • Letakk an timbangan injak pada lantai yang datar.
  • Pakaian seminim mungkin, sepatu dan barang-barang yang menambah beban dilepaskan.
  • Berdiri tegap pada timbangan injak.
  • Lihat angka yang tertera pada skala timbangan injak.
  • Catat hasilnya dalam kilogram (kg).
  • Untuk anak-anak yang belum kooperatif bisa ditandem/gendong oleh pengasuhnya, hasilnya berat tandem dikurangi berat pengasuh sendirian.
  • Dacin :
    (1) Gatungkan dacin pada :

    • Dahan pohon.
    • Palang rumah, atau
    • Penyangga kaki tiga

(2) Periksalah apakah dacin sudah tergantung kuat.

(3) Sebelum dipakai letakan bandul geser pada angka nol. Batang dacin dikaitkan dengan tali pengaman

(4) Pasanglah celana timbang, kotak timbang atau sarung timbang yang kosong pada dacin. Ingat bandul geser pada angka nol.

(5) Seimbangkan dacin yang sudah di bebani celana timbang, sarung timbang, atau kotak timbangan dengan cara memasukan pasir ke dalam kantong plastik.

(6) Anak ditimbang,dan seimbangkan dacin.

(7) Tentukan berat badan anak,dengan membaca angka di ujung bandul geser.

(8) Catat hasil penimbangan dalam kilogram (kg).

(9) Geserlah bandul ke angka 0 (nol), letakkan batang dacin dalam tali pengaman, setelah itu bayi atau anak dapat diturunkan.

 

Tinggi badan dengan mikrotoise.

  1. Tempelkan dengan paku microtoise tersebut pada dinding yang lurus datar setinggi tepat 2 meter. Angka 0(nol) pada lantai yang datar rata.
  2. Lepaskan sepatu atau sendal.
  3. Berdiri tegap seperti sikap siap sempurna dalam baris berbaris, kaki lurus, tumit, pantat, punggung, dan kepala bagian belakang harus menempel pada dinding, dan muka menghadap lurus dengan pandangan ke depan.
  4. Turunkan microtoise sampai rapat pada kepala bagian atas, siku-siku harus lurus menempel pada dinding.
  5. Baca angka pada skala yang nampak pada lubang dalam gulungan microtoise.
  6. Catat angka tinggi badan dalam sentimeter.

 

Lingkaran tubuh dengan meteran gulung

  1. Yang diukur termasuk :
    • Lengan atas
    • Lengan bawah.
    • Tangan
    • Tungkai atas
    • Tungkai bawah.
  2. Cara pengukuran :
    • Posisi pasien/klien nyaman dan stabil.
    • Tandai titik pada tonjolan tulang sebagai patokan.
    • Pengukuran diulang sedikitnya 3 (tiga) kali.
    • Bandingkan dengan sisi yang berlawanan.
    • Catat hasil dalam sentimeter.
    • Lingkar lengan atas, lokasi ukur dari acromion kedistal : 10, 20 dan 30 cm.
    • Lingkar lengan bawah, lokasi ukur dari epikondilus lateralis ke distal : 10, 20 dan 30 cm.
    • Lingkar tangan, lokasi ukur titik tengah antara sendi pergelangan dan ujung jari tengah.
    • Lingkar tungkai atas, lokasi ukur dari SIAS ke distal : 10, 20 dan 30 cm.
    • Lingkar tungkai bawah, lokasi ukur dari tuberositas tibiae ke distal : 10, 20 dan 30 cm.
    • Lingkar kaki, lokasi ukur titik tengan antara maleolus medialis ke ujung jempol kaki.
    • Lingkar panggul, lokasi ukur melingkar pada SIAS kanan dan kiri,

 

panjang anggota tubuh dengan meteran gulung

Ada 3 (tiga) macam pengukuran yaitu : true length, bone length dan appearence length.

  1. Posisi pasien/klien tidur terlentang.
  2. Tentukan titik-titik tertentu atau tonjolan tulang sebagai patokan.
  3. Panjang tungkai :
    • True length : SIAS ke maleolus medialis melalui patela.
    • Bone length : trochantor mayor ke epikondilus lateralis femur; epikondilus medialis tibiae ke maleolus medialis.
    • Appearence length : umbilikus ke maleolus lateralis melalui patela.
  4. Panjang lengan :
  • True length : acrimion ke prosesus steloideus radii.
  • Bone length : acromion ke epikondilus medialis humeri; olekranon ke prosesus steloideus radii.
  • Appearence length : acromion ke ujung jari tengah melalui palmar.

5. Panjang tangan

Appearance length : titik tengan depan sendi wrist ke ujung jari tengah melalui palmar.

 

Tebal lemak : skin folder.

  1. Ukur/jepitkan skin folder pada kulit yang tidak berlemak, misal punggung tangan, catat hasil sebagai tebal kulit tanpa lemak (ukuran 1).
  2. Ukur/jepitkan skin folder pada kulit yang diukur, cata hasilnya (ukuran 2).
  3. Ketebalan lemak kulit adalah : ukuran 2 dikurangi ukuran 1 dikalikan 50%.

 

Indeks Masa Tubuh

a). Rumus :

 

  1. b) Contoh : Seorang dengan tinggi 67 inhci, berat badan 220 pound :
  2. c) Ketentuan BMI :
  • Nilai 18.5 – 24.9 : normal.
  • Nilai 25 – 29.9 : berat badan berlebih (overweight).
  • Nilai 30 – 39 : gemuk (obese).
  • Nilai 40 – lebih : gemuk berlebih ( extreme obesity).

 

 

 

Silvia
By Silvia April 19, 2015 10:33
Write a comment

1 Comment

View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

GALERI FATIH

ADSENSE

×
×